Senin, 13 November 2017

November 13, 2017
Masa Penahanan Wali Kota Batu Nonaktif di Perpanjang Hingga Satu Bulan Kedepan
Pokervqq - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang penahanan Wali Kota, Batu, Malang, Eddy Rumpoko dalam kasus suap terkait dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintahan Kota Batu Tahun 2017. Eddy Rumpoko akan ditahan hingga satu bulan ke depan terhitung dari (16/11) hingga (15/12).


Hari ini dilakukan perpanjangan penahanan selama 30 hari ke depan dari tanggal 16 November 2017-15 Desember 2017 untuk tersangka ERP dalam TPK suap terkait dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kota Batu TA 2017,'' ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Senin (13/11/2017).


KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan terhadap Wali Kota Batu Eddy Rumpoko, Kepala Bagian Unit Layanan Pengaduan (ULP) Pemkot Batu Eddi Setiawan, dan Filipus di Batu, Malang, Jawa Timur, Sabtu (16/10). Dari operasi senyap tersebut, KPK berhasil menyita uang sebesar Rp 200 juta yang diduga akan diberikan Filipus kepada Eddy Rumpoko dan Rp 100 juta dari tangan Eddi Setiawan.


Uang tersebut diduga berkaitan dengan free proyek pengadaan meubelair di Pemerintah Kota (Pemkot) Batu tahun anggaran 2017. Total fee yang diterima Eddy Rumpoko dari proyek tersebut diduga hingga Rp 500 juta. Sebanyak Rp 200 juta dalam bentuk tunai dan Rp 300 juta untuk pelunasan mobil Toyota Alphard.


Agen Poker Online - Atas perbuatannya, Eddy Rumpoko dan Eddi Setiawan sebagai penerima dijerat Pasal 12 huruf a atau b atau pasal 11 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

0 komentar:

Posting Komentar